Medan, MEDIA SURYA – Keberhasilan dari seorang kepala daerah dapat dilihat dari hasil kerja yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakatnya., bukan dilihat berapa lama dia memimpin daerah tersebut dan berapa banyak Partai yang mendukungnya.

Seorang Kepala Daerah adalah seorang yang memiliki kemampuan yang lebih diatas rata-rata orang biasa, memiliki visi kedepan dan tentunya seorang yang memiliki integritas yang tinggi serta anti korupsi.

Banyak seorang kepala daerah yang ada di Propinsi Sumatera Utara dapat menjadi seorang kepala Daerah bukan karena prestasinya Ketika dia belum menjadi kepala daerah, bukan karena kemampuan yang dimilikinya, bukan karena pengalamannya melayanin masyarakat sebelum jadi kepala daerah, Tetapi mereka menjadi Kepala Daerah karena mereka memiliki Dana yang sangat besar yang digunakan untuk mengambil Hati Rakyat agar mereka di pilih jadi kepala Daerah. Hal seperti inilah yang membuat banyak daerah di Propinsi Sumatera, khsusnya yang ada di Kawasan Pariwisata Danau Toba tidak begitu signifikan dalam pembangunan serta dalam melayanin serta mensejahtrakan warga yang ada di daerahnya.

Sebagai contoh kecil kita bisa lihat Proses pembangunan dan pelayanan Masyarakat yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara. Suka tidak suka dan senang tidak senang jujur kita ungkapan bahwa hampir 10 (sepuluh) tahun belakangan ini, Pembangunan di Kabupaten Taput tidak banyak berubah serta tidak ada yang perlu dibanggakan, serta masih banyak kita dapatkan masyarakat yang hidup dibawah rata-rata serta angka pengangguran masih tinggi serta pengembangan Usaha Kecil Menengah tidak terlihat banyak serta Pengembangan Industri Pariwisata juga tidak banyak kemajuan dan Pertanian yang belum maksimal untuk dikembangkan. Hal ini semua terjadi karena Kemampuan Kepala Daerah pada saat ini masih dibawah rata-rata serta tidak memiliki dasar serta track record yang sukses dalam melakukan sesuatu sebelum menjadi kepala Daerah.

Menurut Ketua Umum Pemuda Batak Indonesia (PBI) Bapak TRINOV FERNANDO SIANTURI, A.Md.Par, SH tentang Pembangunan di Tapanuli Utara pada saat ini adalah biasa-biasa saja, tidak ada yang spektakuler dan tidak ada yang dikatakan Luar Biasa hampir selama 10 (sepuluh) tahun memimpin. Mengingat kampung opung saya dari Bapak di MUARA dan asal Kampung opung dari Mamak saya ada Tarutung , Maka saya sering sekali bolak-balik ke Taput dari saya sejak kecil sampai saat ini. Jadi saya terus memperhatikan dan mengamatin Pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara, Khususnya dalam Pengelolahan UKM dan Pariwisata serta tentunya Pertanian. Padahal Pertanian dan Industri Pariwisata dapat diadalkan untuk meningkatkan pendapatan Daerah yang nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan dan akhirnya dapat mensejahtrakan masyarakat.

 

Bapak Trinov F. Sianturi, SH mengatakan bahwa sangat dibutuhkan seorang Pemimpin Kepala Daerah yang memiliki Visi Besar, Visioner, Pekerja keras, Berani serta Berintegritas Tinggi untuk menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Kabupaten yang Berbudaya dan mondren dengan warganya yang sejahtra dan Bahagia. Apakah pemimpin itu ada untuk Tapanuli Utara ?. Pasti ada asal masyarakat Tapanuli utara mulai berpikir cerdas untuk memilih Pemimpin Kepala Daerah dan juga anggota Dewan nantinya pada pemilu Tahun 2024 bukan karena sesuatu (uang, suku, agama dan kekeluargaan). Tetapi pilihlah Seorang Pemimpin Kepala Daerah dan Anggota Dewan nantinya dengan Cerdas dengan Rekam Jejaknya yang baik dan memiliki prilaku yang baik dalam bermasyarakat. Apakah Masyarakat Tapanuli Utara bisa berpikir cerdas dalam memilih Pemimpinnya ? Harus BISA untuk Tapanuli Utara yang lebih baik dan masyarakat yang sejahtra. Bahagia dan berbudaya.

Hal senada Juga disampaikan oleh Petinggi Komite Independent Batak (KIB) Bapak Jhon Tulus Sitompul, S.sos yang mengatakan bahwa Sudah saatnya untuk tidak memberikan kesempatan lagi kepada Keluarga atau Kerabat dari Kepala Daerah yang telah terbukti hampir selama 10 Tahun tidak dapat menjadikan masyarakat Tapanuli Utara untuk Hidup Sejahtra dan pembangunan tapanuli utara yang tidak begitu signifikan seperti jalan ditempat.

Menurut Bapak Jhon Tulus Sitompul, S.sos bahwa sejatinya Kabupaten Tapanuli Utara adalah Kabupaten Yang tertua dari semua kabupaten yang ada disekitarnya , Tetapi Proses pembangunan dan peningkatan pelayanan bagi masyarakatnya masih dibawah dari kabupaten yang ada disekitarnya . Bila kita lihat pembangunan Kota Tarutung , Kota Balige , Kota Dolok Sanggul dan Kota Pangururan, Maka kita bisa katakan bahwa Kota Tarutung yang sudah ada sejak jaman Kolonial Belanda mulai di tinggalkan oleh kota-kota yang ada di kabupaten lain dalam pembangunan. Untuk itu sangat-sangat dibutuhkan sosok Bupati yang visioner, Berani, Pekerja keras, dan memiliki integritas yang tinggai dalam mewujudkan Tapanuli utara yang maju, berbudaya serta sejahtra ,

Pemilu Tahun 2024 diharapkan menjadi awal yang baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara. Mulai berpikir cerdas dalam memilih pemimpin, kalaupun pada saat pemilihan nanti ada calon yang memberikan uang atau bantuan, Maka cobalah untuk tidak menerimanya dan menolaknya agar terpilih pemimpin yang benar-benar mau melayani dan mau bekerja untuk mensejahtrakan masyarakatnya. (Jhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *