Medan, Media Surya – Diakui Wali Kota Medan Bobby Nasution, pembangunan yang masif dilakukan Pemko Medan secara serentak saat ini di sejumlah titik di Kota Medan mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas. Menantu Presiden Joko Widodo ini berjanji, semua pengerjaan yang dilakukan tersebut akan selesai di tahun 2024. 


Oleh karenanya, Bobby Nasution saat menghadiri  Pengajian Akbar dan Doa Awal Tahun 2024 Kecamatan Medan Polonia di Masjid Al Hidayah Jalan Starban Kecamatan Medan Polonia, Selasa (9/1), sangat mengharapkan doa dan dukungan  semua pihak, khususnya warga Kecamatan Medan Polonia. 


“Atas ketidaknyamanan yang dirasakan, kami  menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kota Medan. Kami berharap agar warga dapat bersabar agar hasilnya dapat dirasakan. Sebab, pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Bobby Nasution 


Dihadapan ratusan jamaah yang hadir, ungkap Bobby Nasution, pembangunan yang serentak yang dilakukan ini karena masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Medan dan H Aulia Rachman sebagai Wakil Wali Kota berakhir di 2024 ini sesuai dengan aturan dan ketentuan. “Jadi bisa dibilang, waktu kami singkat sehingga (pembangunan) semua harus dilakukan bersamaan,” jelasnya.


Memasuki masa Pemilu 2024, orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Pasalnya, paparnya, Kota Medan merupakan salah satu daerah yang memiliki partisipasi rendah dalam memilih.


“Mari kita gunakan hak pilih kita pada 14 Februari mendatang, karena pilihan kita ikut menentukan Indonesia ke depan,” ajaknya di hadapan alim ulama, sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, Ketua BKM Masjid Al Hidayah Rizaldi, Camat Medan Polonia Irfan Asardi Siregar beserta Forkopimcam.


Tak lupa, ayah tiga orang anak ini berpesan agar tetap menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan menjelang pemilu. Dikatakannya, Kota Medan merupakan kota yang multi etnis yang terdiri dari banyak suku, etnis dan agama.


“Dengan keberagaman yang dimiliki ini, seharusnya menjadi wadah  bagi kita tetap rukun. Jangan mau dipecah belah karena agama, justru agama lah yang harus mempersatukan kita,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *