Mediasurya-MEDAN, 10 Mei 2026 – Dukungan kuat datang dari wilayah Kepulauan Nias bagi penyelenggaraan Seminar dan Festival Daging Babi Indonesia, yang merupakan rangkaian utama dari ajang North Sumatera International Pork Festival 2026. Sebanyak lima kabupaten dan kota di wilayah tersebut secara resmi menyatakan komitmen dan dukungan penuh, mengingat sektor peternakan dan produk berbasis daging babi memiliki kedudukan sangat penting, baik secara budaya, sosial, maupun sejarah ekonomi masyarakat Nias.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Dr. Dra. Murniati Tobing, M.Si, saat berdiskusi mendalam bersama sejumlah akademisi asal Kepulauan Nias, pada Minggu malam (10/5). Dalam pertemuan tersebut, dibahas peran strategis wilayah Nias sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan yang telah memiliki nama besar sejak puluhan tahun lalu.

“Bagi masyarakat Nias, daging babi bukan sekadar bahan pangan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan kehidupan sosial kami. Ada ungkapan yang sangat melekat: ‘Nias tanpa daging babi ibarat makan tanpa garam’. Artinya, kehadirannya sangat mendasar, melengkapi, dan menjadi ciri khas yang tidak bisa digantikan,” tegas Dr. Murniati di tengah diskusi.

Ia juga menyoroti sejarah kejayaan ekonomi Nias di sektor peternakan, khususnya pada tahun 1970-an. Pada masa itu, Kepulauan Nias tercatat sebagai eksportir nomor satu ternak babi dari Indonesia ke luar negeri, dengan tujuan utama ke Singapura dan Malaysia. Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas ternak dari Nias telah diakui secara internasional jauh sebelum saat ini, dan menjadi sumber pendapatan utama serta kebanggaan masyarakat setempat.

“Sejarah ini adalah bukti bahwa Nias memiliki potensi besar, sumber daya manusia yang terampil, dan tradisi beternak yang sudah diwariskan turun-temurun. Kejayaan ekspor di tahun 70-an harus menjadi inspirasi dan dasar kuat untuk kita bangkit kembali, mengembangkan industri ini secara lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi,” tambahnya.

Para akademisi yang hadir dalam diskusi tersebut sependapat dan menilai bahwa Seminar dan Festival Daging Babi Indonesia menjadi momentum yang sangat tepat dan strategis. Kegiatan ini tidak hanya akan mengangkat kembali sejarah emas Nias, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi saat ini, membuka akses pasar baru, serta meningkatkan kesejahteraan peternak dan pelaku usaha di wilayah Kepulauan Nias.

Lima kabupaten/kota yang telah menyatakan dukungan penuh tersebut meliputi Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli. Dukungan ini meliputi partisipasi aktif dalam pameran, penyajian kuliner khas, pertunjukan seni budaya, serta keterlibatan dalam diskusi akademik dan bisnis yang akan digelar.

Dr. Murniati menegaskan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan semangat keberagaman dan persatuan Indonesia. Ia menekankan bahwa pengembangan potensi budaya dan ekonomi masyarakat dilakukan dengan penuh rasa hormat, sesuai norma hukum yang berlaku, serta tidak bertentangan dengan nilai-nilai kelompok masyarakat lain.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan potensi ekonomi masing-masing daerah adalah kekuatan bangsa. Melalui festival ini, kami ingin Nias kembali bersinar, berkontribusi lebih besar bagi Sumatera Utara dan Indonesia, sekaligus melestarikan warisan leluhur yang telah membawa nama baik daerah ini di kancah internasional,” pungkasnya.

Dengan dukungan yang kokoh dari seluruh wilayah Kepulauan Nias, panitia semakin optimis bahwa Seminar dan Festival Daging Babi Indonesia akan berjalan sukses, menjadi ajang yang berdaya guna, dan membawa dampak ekonomi serta budaya yang nyata bagi masyarakat Sumatera Utara pada umumnya, dan Nias pada khususnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *