Mediasurya-Medan, 10 Juni 2026 – Tim JAGANTARA yang diwakili oleh Drs. Hasudungan Siahaan, MM bersama St. Drs. Has. Hasibuan, M.Si melakukan diskusi ringan namun sarat makna dengan pakar Kebudayaan Batak Toba, Manguji Nababan, S.S., M.A., di Kampus Universitas HKBP Nommensen Medan, Rabu (10/6/2026).
Manguji Nababan yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Dokumentasi dan Studi Budaya Batak Toba UHN Medan menyampaikan pentingnya budaya sebagai pedoman hidup sekaligus falsafah hidup masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan pola hubungan sosial yang harmonis.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas bagaimana budaya dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, aman, nyaman, dan saling mendukung. Nilai-nilai budaya juga dinilai mampu menumbuhkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
“Budaya bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga instrumen penting dalam membangun
masyarakat secara holistik. Ketika nilai-nilai budaya diterapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta masyarakat yang berkarakter, bermoral, dan memiliki solidaritas yang kuat,” ujar Manguji Nababan dalam diskusi tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan nilai-nilai budaya yang positif akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Budaya yang hidup dan dijalankan dengan baik dapat menjadi perekat sosial yang memperkuat hubungan antarsesama, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi pembangunan.
Menurut Manguji, penggunaan nilai-nilai budaya dalam interaksi sosial juga menjadi kunci terciptanya harmonisasi, baik di internal suatu suku maupun dalam hubungan lintas suku di tengah masyarakat yang heterogen.
Sementara itu, Tim JAGANTARA menilai bahwa pemikiran dan pandangan yang disampaikan dalam diskusi tersebut menjadi masukan penting dalam upaya memperkuat nilai-nilai kebudayaan sebagai fondasi pembangunan manusia dan masyarakat. Budaya yang terpelihara dengan baik diyakini mampu menjadi energi positif dalam menciptakan kehidupan yang damai, berkeadaban, dan berkelanjutan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk terus mendorong pelestarian serta penguatan nilai-nilai budaya sebagai bagian penting dari pembangunan sosial masyarakat di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya.
