Mikhael Siregar ST mengingatkan semua pihak untuk tidak “membenturkan” Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat, Pak SBY dengan Ketua Umum AHY dalam dinamika jelang Musda DPD Partai Demokrat Sumut. Ia meminta kesadaran dari kelompok pendukung calon tertentu untuk menghentikan manuver pendekatan kepada Pak SBY, demi kembali dipercaya memimpin Ketua DPD Sumut.

“Mohon dengan sangat agar pihak yang terus bermanuver mendekati Pak SBY demi menjadi ketua DPD, untuk sadar bahwa mereka secara sedang ingin ‘membenturkan’ Pak SBY dengan Ketum AHY.
Ingat Pak SBY berulangkali menyatakan bahwa tidak ada matahari kembar di Partai Demokrat. Artinya Pak SBY menegaskan bahwa AHY lah yang saat ini menjadi mataharinya Demokrat,” tegas Mikhael Siregar ST dalam temu pers dengan wartawan, Jumat (4/9).

Mikhael menyebut tidak menjadi rahasia umum lagi di kalangan internal partai khususnya di Sumatera Utara bahwa kepemimpinan Ketua DPD Lokot Nasution dinilai gagal. Indikatornya sangat banyak seperti turunnya perolehan kursi di DPRD, stagnannya kepengurusan sepanjang 5 tahun terakhir, konsolidasi partai yang tak berjalan sama sekali, pindahnya kantor DPD ke kawasan yang tidak strategis, dugaan nana Lokot terkait kasus korupsi dan lain sebagainya.

Kegagalan memimpin DPD itu, kata Mikhael Siregar berdampak dengan mayoritas DPC sebagai pemilik suara yang tidak lagi mau memberi dukungan kepadanya. Sebaliknya mengalihkan dukungan kepada calon alternatif yaitu Sabam Sinaga karena berharap akan ada perubahan membawa Demokrat Sumut kembali berjaya

Menurutnya kondisi kegagalan kepemimpinan Lokot serta penolakan DPC untuk mendukung kembali telah diketahui DPP dan Ketua Umum AHY. Hal tersebut terlihat dari gestur AHY setiap melakukan kunjungan ke daerah ini.

“Coba kita lihat video yang diupload Lokot di sosial medianya saat menyambut AHY turun dari mobil dalam sebuah kunjungan ke Sumatera Utara baru-baru ini. Terlihat jelas AHY ‘dingin’ menyambut salam dari Lokot dan tanpa cipika cipiki. Padahal kepada penyambut yang lain AHY terlihat hangat dan cipika cipiki.

Sementara Lokot kesannya grogi dan salah tingkah sembari menggaruk kepala dan memegang botol minuman. Sebuah pemandangan yang kurang pas menurut saya,” ungkap Mikhael.

Menurut dugaannya karena tidak mendapat dukungan arus bawah serta sinyal dari AHY, membuat Lokot bermanuver untuk mencoba jalur Pak SBY. Inilah yang disebut Mikhael sebagai upaya yang sengaja ‘membenturkan’ Pak SBY dan Ketum AHY.

“Saya sebagai kader Demokrat tidak ingin cara-cara licik ini berhasil. Dan berharap apa yang saya sampaikan ini bisa tersampaikan pula kepada Pak SBY agar skenario Lokot Nasution tidak berjalan mulus,” tegasnya.

Ia berharap agar Lokot Nasution tidak meneruskan manuver tidak sehatnya serta dengan ikhlas dan legowo tidak lagi berupaya menjadi ketua DPD periode kedua. Hal itu lebih elegan mengingat kegagalan kepemimpinannya selama 5 tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *