SAMOSIR, MEDIA SURYA – UNTUK mendukung implementasi regulasi penguatan satu data Indonesia Kabupaten Samosir, USAID ERAT Sumut melaksanakan lokakarya penguatan implementasi Satu Data.

 

 

Acara dilaksanakan di Hotel JTS Parbaba, Jumat (10/2/2023) Lokakarya tersebut merupakan program USAID ERAT Sumut dalam mendukung terciptanya tata kelola data yang baik di Samosir. Acara yang dibuka oleh Bupati Samosir diwakili Pj. Sekda Waston Simbolon.

 

 

“Hilangkan ego sektoral diantara OPD untuk menghasilkan data yang akurat. Perlu Sinergitas antar OPD, lintas sektoral, guna menghasilkan data yang teruji serta dapat di pertanggungjawabkan,”sebut Waston Simbolon.

 

 

Seluruh OPD diminta harus menyadari bahwa perwujudan satu data Kabupaten Samosir merupakan bagian bersama, jangan mempertahankan yang salah, tambah Waston.

 

 

Untuk menyukseskan satu data di Samosir, Pj. Sekda menjelaskan bahwa Bupati telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 79 tahun 2022 dan Surat Keputusan Bupati Samosir Nomor 483 Tahun 2022 tentang Forum Satu Data. Diharapkan koordinasi yang baik antara wali data, produsen data, koordinator data dan juga pembina data. Kunci dari upaya mewujudkan satu data di Samosir adalah kolaborasi serta sinergitas seluruh perangkat daerah sehingga apapun yang dibutuhkan mengenai keterwakilan data yang terintegrasi dapat terwujud, dengan sinerginya semua pendataan satu data di Samosir menuju satu data Indonesia.

 

Data yang berkualitas adalah data yang dapat memfasilitasi kebutuhan kementerian dan lembaga, organisasi masyarakat dari pusat Sampai ke daerah.

 

 

Mengutip pidato kenegaraan Presiden RI pada tahun 2019 “Data merupakan jenis kekayaan baru bangsa ini, karena kini data lebih berharga dari Minyak”, Pj Sekda mengajak seluruh peserta lokakarya untuk menyadari pentingnya membangun data sejak dini baik dari sisi pemerintahan maupun masyarakat.

 

Provincial Governance Advisor USAID ERAT Sumut, Hawari Hasibuan menyebutkan, Program satu data merupakan tata kelola yang menggantungkan beberapa informasi kebutuhan pembangunan.

 

Melalui Lokakarya ini, Hawari Hasibuan berharap Satu Data Indonesia Samosir dapat segera terwujud, forum data yang dibentuk dapat bekerja efektif demi menghasilkan data yang akurat. (GUNG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *