MEDAN, 17 Oktober 2026 – Peringatan Hari Ulos Nasional yang jatuh pada 17 Oktober menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya leluhur Batak.
Ketua Panitia Hari Ulos Nasional, Mikhael Siregar, menegaskan bahwa pemahaman terhadap budaya leluhur merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan jati diri bangsa. Menurutnya, Ulos bukan sekadar kain tradisional, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, serta makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Batak.
Mikhael mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan Ulos dan menjadikannya sebagai kebanggaan bersama. Ia juga menekankan pentingnya mewariskan pengetahuan dan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus agar tradisi leluhur tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Mengetahui budaya leluhur merupakan hal yang sangat penting. Kita harus menghargai, mencintai, dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita. Ulos adalah bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang harus terus dijaga,” demikian pesan Mikhael Siregar dalam momentum Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Mikhael Siregar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rahudman Harahap, SE., MM., yang berperan sebagai Penasehat dalam kepanitiaan kegiatan Hari Ulos Nasional tahun 2023.
Mikhael menyampaikan penghargaan atas dukungan dan kontribusi Rahudman Harahap dalam menyukseskan kegiatan pada tahun 2023, yang menjadi bagian penting dari perjalanan perjuangan hingga ditetapkannya tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk memperjuangkan pengakuan terhadap Ulos sebagai warisan budaya yang memiliki arti penting bagi masyarakat Batak.
Apresiasi juga disampaikan kepada Arif Tampubolon yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Panitia. Peran dan kontribusi seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian dari perjalanan dalam memperjuangkan pelestarian serta penguatan identitas budaya melalui penetapan Hari Ulos Nasional.
