Mediasurya.Medan – Panitia penyelenggara North Sumatera International Pork Festival yang dipimpin oleh Dr. Dra. Murniati Tobing, M.Si melakukan audiensi dengan Wakil Dekan Fakultas Peternakan Universitas HKBP Nommensen, Dr. Parsaoran Silalahi, S.Pt., M.Si.

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan festival dan seminar yang berfokus pada pengembangan budidaya ternak babi serta peningkatan kapasitas peternak di Sumatera Utara. Fakultas Peternakan sendiri merupakan salah satu fakultas yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan ilmu peternakan di lingkungan UHN.

Dalam paparannya, Dr. Dra. Murniati Tobing, M.Si menjelaskan bahwa festival dan seminar tersebut bertujuan memberikan sumbangsih pemikiran, teknologi, dan teknik budidaya ternak babi yang lebih modern kepada para peternak. Menurutnya, para peternak selama ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama serangan virus dan penyakit yang sering menyerang ternak babi sehingga menyebabkan kerugian dan kegagalan usaha.

Pada kesempatan yang sama, Sondang Hasugian menyampaikan harapannya agar kalangan akademisi dapat berperan aktif dalam melakukan pembinaan kepada peternak. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat peternak sangat diperlukan untuk menghadirkan metode dan teknologi tepat guna dalam mengantisipasi berbagai ancaman penyakit yang selama ini menjadi kekhawatiran utama peternak babi.

Sementara itu, Mikhael Siregar, S.T menegaskan bahwa perguruan tinggi seharusnya lebih proaktif dalam melakukan penelitian yang komprehensif terkait peternakan babi. Menurutnya, hasil penelitian yang aplikatif akan sangat membantu peternak dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat serangan penyakit.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha peternakan. Melalui North Sumatera International Pork Festival dan seminar yang akan digelar, para pihak berharap lahir berbagai rekomendasi serta inovasi yang mampu mendukung kemajuan sektor peternakan babi di Sumatera Utara dan meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *