Mediasurya -MEDAN, 10 Mei 2026 – Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Wilayah Sumatera Utara menggelar kegiatan strategis bertajuk “Symposium Indonesia Yang Setara” pada Minggu malam (10/5), yang berlangsung secara khidmat dan penuh semangat persatuan di Medan. Acara inti ini dipresentasikan langsung oleh Ketua DPW MUKI Sumut, Dedy Mauritz Simanjuntak, MACE., S.Th., M.Th., di hadapan para pengurus, tokoh masyarakat, dan perwakilan elemen bangsa.

Dalam pemaparannya yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB, Dedy Mauritz Simanjuntak menjelaskan makna utama dari tema “Indonesia Yang Setara” sebagai wujud nyata dari semangat persatuan dalam keberagaman. Ia menegaskan bahwa kesetaraan di Indonesia bukan sekadar istilah, melainkan landasan utama berbangsa dan bernegara yang berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, di mana setiap warga negara, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan, memiliki hak, kewajiban, dan kedudukan yang sama di mata hukum dan negara.

“Indonesia yang setara berarti kita membangun ruang bersama yang adil, inklusif, dan saling menghormati. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semua berkedudukan sama sebagai anak bangsa yang bertanggung jawab memajukan negeri ini. Ini adalah visi MUKI Sumut untuk terus mendukung persatuan nasional, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional,” ujar Dedy dalam presentasinya.

Ia juga menekankan bahwa kesetaraan harus diwujudkan dalam berbagai bidang: sosial, budaya, ekonomi, hingga politik. Menurutnya, ketimpangan dan diskriminasi adalah tantangan bersama yang harus diselesaikan secara gotong royong, agar keberagaman Indonesia menjadi kekuatan besar, bukan sumber perpecahan. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang sah dan berbadan hukum, MUKI berkomitmen menjadi jembatan dialog, mitra pemerintah, dan pelopor nilai-nilai persatuan di Sumatera Utara.

Selain memaparkan konsep dan nilai dasar, Dedy juga menguraikan langkah-langkah nyata yang akan dijalankan MUKI Sumut ke depan, antara lain: penguatan kerukunan antarumat, pemberdayaan masyarakat, advokasi hak warga negara, serta kolaborasi lintas elemen bangsa demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Salah satu peserta menyampaikan bahwa simposium ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, mengingat pentingnya kembali meneguhkan semangat persatuan di tengah dinamika sosial.

Sebagai penutup, Dedy Mauritz Simanjuntak mengajak seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara untuk bergandengan tangan, menjaga kebersamaan, dan mewujudkan Indonesia yang benar-benar setara, damai, dan sejahtera bagi semua.

Symposium ini menjadi salah satu agenda strategis MUKI Sumut tahun 2026, yang bertujuan memperkuat peran organisasi dalam pembinaan umat, penguatan persatuan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Sumatera Utara dan Indonesia secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *