Tapanuli Utara,mediasurya.id — Sabam Rajagukguk menyerap langsung aspirasi masyarakat Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, dalam kegiatan reses yang digelar pada Minggu (08/03/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung penuh harapan itu, warga menyampaikan berbagai kebutuhan penting mulai dari pengembangan pariwisata, perbaikan infrastruktur, hingga krisis air bersih yang selama ini menjadi persoalan serius bagi petani.

Kegiatan reses anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Gerindra tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan mereka secara langsung kepada wakil rakyat. Di tengah suasana sederhana desa, aspirasi demi aspirasi disampaikan dengan harapan dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat Muara.

Salah satu aspirasi datang dari Suwitno Rajagukguk, pemuda Muara yang aktif memperjuangkan pengembangan sektor pariwisata. Ia menilai Kecamatan Muara memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata yang berkelanjutan.

Menurut Suwitno, pengembangan desa wisata membutuhkan beberapa langkah penting. Pertama adalah membangun pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar kelestarian lingkungan tetap terjaga sekaligus mendukung peningkatan pendapatan masyarakat desa dengan pengembangan UMKM Pariwisata.

Dalam kesempatan ini, juga disampaikan aspirasi dari salah satu nakes di Puskesmas Kecamatan Muara terkait kebutuhan beberapa alat penunjang bagi pelaksanaan Posyandu di Kecamatan Muara. Melihat kebutuhan mendesak ini, tentunya Sabam Rajagukguk langsung mendata dan memberikan support dalam pemenuhan kebutuhan Posyandu tersebut.

Aspirasi lain disampaikan Marco Sinaga, Ketua PAC Gerindra Kecamatan Muara. Ia menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius.

Marco menjelaskan bahwa jembatan yang menghubungkan Desa Untemungkur menuju Kota Muara yang melintasi Sungai Aek Si Parbue Nauli saat ini hanya dapat dilalui satu unit mobil. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter sehingga pelebaran dinilai sangat diperlukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Simatupang Binnet Sianturi mengungkapkan persoalan mendasar yang selama ini dialami warga, yaitu krisis air bersih. Kondisi tersebut sering memicu konflik di kalangan petani saat musim kemarau.

Ia menjelaskan bahwa para petani bahkan harus bermalam di ladang demi mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Tidak jarang terjadi pertengkaran hanya untuk memperebutkan air irigasi. Ketika musim kemarau datang, banyak tanaman petani terancam gagal panen karena kekurangan air.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sabam Rajagukguk menegaskan komitmennya untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan masyarakat Muara.

Menurutnya, Kecamatan Muara memiliki arti khusus karena merupakan kampung halamannya. Oleh karena itu, berbagai kebutuhan prioritas masyarakat akan diperjuangkan dan diusulkan ke pemerintah pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Sabam juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pemerintah pusat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program, termasuk pembangunan sekolah baru seperti sekolah rakyat dan sekolah garuda agar generasi muda memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Pada akhir kegiatan reses, Sabam Rajagukguk meresmikan SPPG Simatupang – Muara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di daerah tersebut.

Sabam berharap bahan kebutuhan untuk operasional SPPG ke depan dapat dipenuhi dari daerah setempat. Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat tetap berada di wilayah Muara dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia juga mendorong masyarakat untuk terus berusaha meningkatkan produksi lokal agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dari hasil daerah sendiri.

Kegiatan reses tersebut turut dihadiri oleh Camat Muara Herianto P. Nababan, SSTP, M.SI yang mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Kapolsek Muara IPTU H.A. Karo Karo, Danramil Muara Peltu A. Lumbantoruan, Kepala Desa Simatupang Binnet Sianturi, tokoh masyarakat Marajor Sianturi, serta masyarakat setempat yang hadir menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang penyampaian keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi harapan baru bagi warga Muara agar pembangunan desa, ekonomi masyarakat, dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

Erwin Sitompul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *