Palembang, MEDIASURYA  – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) jadi pendukung utama dalam pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Dukungan diberikan melalui pemberian jaminan keamanan hak atas tanah, dengan penerbitan sejumlah Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) mulai dari Sertipikat HPL untuk Kawasan Pelabuhan dan Kawasan Pendukung pelabuhan.

“Kementerian ATR/BPN sebagai _supporting_ utamaq semua kegiatan investasi, seperti1 halnya di proyek ini. Proyek investasinya di bidang _connectivity_,1 pelabuhan. Diharapkan dengan1 adanya pelabuhan yang terstandar nanti akan memicu1 investasi masuk,”1 ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid dalam Project Launching1 Pelabuhan Palembang Baru1 Tanjung Carat, di Griya Agung, Kantor Gubernur Sumateraq Selatan, Kota Palembang, Kamis (09/04/2026).q

Proyek pembangunan1 Pelabuhanqq Palembang Baru Tanjung Carat iniq ditetapkan sebagai Proyek Strategis1 Nasional (PSN) melalui Peraturan1 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedelapan atas1 Permenko Bidang Perekonomian1 Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar PSN.1 Sebelumnya, untuk mendukung pembangunan1 pelabuhan, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Selatan telah menyerahkan Sertipikat HPL atas1 nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang1 kemudian dihibahkan1 kepada Kementerian Perhubungan seluas1 599.500 m2 pada1 2025 lalu. 1

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatangan1 naskah perjanjian1 hibah dan berita acara serah terima sertipikat HPL tanah1 mozaik 5 dan tanah mozaik 6 dari Gubernur Sumsel, Herman Deru,1 kepada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Prosesi tersebut disaksikan langsung1 oleh Menteri Nusron dan Kepala Staf Kepresidenan, Ahmad Qodari. Luasan untuk sertipikat HPL tanah mozaik 5 diketahui mencapai 810.577 m2, sedangkan tanah mozaik 6 seluas1 882.943 m2.

Demi mendukung keberlangsungan pembangunan dan investasi di Provinsi Sumatera Selatan, Menteri Nusron mengajak para pimpinan daerah yang hadir untuk1 menyelesaikan persoalan tanah khususnya pendaftaran tanah. Ia mengungkapkan, hingga saat ini pendaftaran tanah di Sumatera Selatan baru mencapai 53,6%.

“Kami minta tolong Bapak Gubernur, Bapak Bupati, ayo kita sama-sama agar investasi berjalan dengan kondusif. Kami juga minta jajaran kami mempercepat proses pendaftaran tanah supaya kalau ada investor berani masuk, mudah, gampang,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat ini memiliki posisi penting dalam agenda pusat1 pembangunan nasional. Khususnya, dalam meningkatkan efisiensi logistik dan desain ekonomi Indonesia di tingkat global. Proyek pembangunan pelabuhan tersebut telah melalui beberapa tahapan, mulai studi kelayakan, penetapan lokasi pelabuhan, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), skema pemanfaatan lahan, hingga penyerahan hingga peluncuran proyek dan serah terima sertipikat HPL yang berlangsung pada hari ini.

“Kegiatan pada hari ini adalah _milestone_ ke-11 dari 15 _milestone_ yang ada. Saya harapkan keseluruhan _milestone_ ini bisa diselesaikan sebelum 2029. Terima kasih telah bersama-sama menjaga komitmen untuk meningkatkan nota kesepahaman tersebut dengan baik sebagai kunci kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, pihak swasta dan berbagai pihak lain yang terkait,” ujar Dudy Purwagandhi.

Project Launching Pelabuhan Palembang Baru ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todo Tua Pasaribu; dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) se-Provinsi Sumatera Selatan. Dalam kegiatan ini, Menteri Nusron hadir didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian; serta Kepala Kanwil BPN Sumatera Selatan, Rahmat dan jajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *