Medan — Wakil Ketua pelaksana North Sumatra Pork Festival 2026, Hasudungan Siahaan, menyampaikan sejumlah saran strategis dalam rangka memperkuat pelaksanaan Festival Kuliner Daging Babi Sumatera Utara 2026. Kegiatan ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pengembangan kuliner khas daerah ke tingkat yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Hasudungan menegaskan pentingnya mendukung visi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar kuliner khas seperti BPK (Babi Panggang Karo) dapat menembus pasar internasional, termasuk ke negara seperti Korea.
Selain itu, ia mendorong agar panitia pelaksana dapat menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Menurutnya, kolaborasi dalam bentuk kepanitiaan bersama akan memperkuat penyelenggaraan acara serta meningkatkan dampak positif bagi promosi kuliner daerah.
Lebih lanjut, Hasudungan menekankan bahwa pelaksanaan festival ini sebaiknya tetap dilanjutkan meskipun tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menyarankan agar kegiatan tetap digelar, setidaknya dalam skala sederhana, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya, guna menjaga keberlangsungan kegiatan serta eksistensi budaya kuliner lokal.
Ia juga mengusulkan agar kegiatan bertema kuliner babi dapat dijadikan agenda rutin, minimal tiga kali dalam setahun. Hal ini diharapkan mampu menjaga konsistensi promosi sekaligus memperkuat posisi kuliner khas Sumatera Utara di tengah masyarakat.
Dengan berbagai usulan tersebut, diharapkan North Sumatra Pork Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang kuliner semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
