Medan – Upaya memperkuat harmoni dan persatuan masyarakat multietnis di Sumatera Utara terus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

Hal itu tercermin dalam diskusi ringan bertema penguatan jaringan budaya yang berlangsung di kediaman Tokoh Masyarakat Jawa Kota Medan, Drs. Agus Suriyono, yang juga dikenal sebagai mantan pejabat senior Pemerintah Kota Medan.

Agus Suriyono pernah menjabat sejumlah posisi strategis di Pemko Medan, termasuk sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan pejabat eselon II di lingkungan pemerintah kota.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Tim JAGANTARA, yakni Hasudungan Siahaan, Benny Soebarjo, Asep, dan Has. Hasibuan. Diskusi membahas pentingnya membangun jejaring budaya yang inklusif sebagai fondasi memperkuat kerukunan antar suku, agama, dan golongan di Sumatera Utara.

Dalam perbincangan tersebut, para peserta menyoroti kekayaan budaya Sumatera Utara yang terdiri dari berbagai suku, seperti Batak, Jawa, Melayu, Minang, Aceh, Tionghoa, dan etnis lainnya. Keberagaman tersebut dinilai sebagai modal sosial yang harus terus dirawat melalui dialog, kolaborasi budaya, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Drs. Agus Suriyono menegaskan bahwa harmoni sosial tidak dapat terwujud secara instan, melainkan harus dibangun melalui komunikasi yang intensif serta saling menghormati antar kelompok masyarakat. Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjembatani perbedaan dan menciptakan ruang-ruang pertemuan yang produktif.

Sementara itu, Tim JAGANTARA menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong kegiatan-kegiatan yang memperkuat persaudaraan lintas suku dan budaya. Melalui jaringan yang dimiliki, JAGANTARA berharap dapat menjadi bagian dari upaya memperkokoh persatuan masyarakat serta menjaga stabilitas sosial di Sumatera Utara.

Diskusi ditutup dengan kesepahaman bahwa penguatan jaringan budaya merupakan salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan sosial di era modern. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, para peserta optimistis Sumatera Utara dapat terus menjadi contoh daerah yang mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *