MEDAN – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan kontroversi kepergian Wali Kota Medan, Rico Waas, ke luar negeri yang disebut-sebut tanpa meminta persetujuan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Polemik ini pun memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat maupun pengamat politik di Kota Medan.
Pemerhati Kota Medan, Mikhael Siregar, menilai persoalan tersebut tidak hanya sebatas administrasi pemerintahan, tetapi juga menyentuh persoalan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di Kota Medan.
“Yang saya lihat bukan hanya dari sisi administratif keberangkatan kepala daerah. Namun muncul informasi bahwa keberangkatan Rico Waas ke luar negeri berkaitan dengan urusan pengobatan. Ini tentu menjadi perhatian masyarakat,” ujar Mikhael dalam keterangannya.
Menurutnya, apabila benar keberangkatan tersebut berkaitan dengan pengobatan, maka hal itu memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai kualitas pelayanan kesehatan di Kota Medan.
“Ini menjadi miris bagi masyarakat. Kota Medan selama ini dikenal memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap. Namun jika seorang kepala daerah memilih berobat ke luar negeri, tentu publik bertanya-tanya, sakit apa yang dialami dan apakah pelayanan medis di Medan belum mampu menangani penyakit tersebut,” katanya.
Mikhael menambahkan, polemik ini semakin ramai diperbincangkan setelah Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meminta Kementerian Dalam Negeri mencatat kepala daerah yang tidak hadir dalam agenda pembukaan Koperasi Desa Merah Putih.
Di media sosial, berbagai spekulasi dan komentar masyarakat terus bermunculan. Sebagian menyoroti aspek etika dan administrasi pemerintahan, sementara lainnya mempertanyakan transparansi terkait kondisi kesehatan sang wali kota.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Kota Medan terkait tujuan keberangkatan Rico Waas ke luar negeri maupun isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Publik pun menantikan klarifikasi langsung dari Wali Kota Medan agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas dan menimbulkan berbagai asumsi liar di masyarakat.
