Padang, Mediasurya – Sabtu, 26 Mei 2026, peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sumatera Barat tidak hanya berisi pidato di lapangan upacara. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar menjadikan Hardiknas sebagai momentum untuk menegaskan satu hal: pendidikan karakter yang sejati tidak cukup diukur dari nilai rapor, tetapi dari sikap di jalan raya. Karena bagi polisi lalu lintas, aspal dan marka jalan adalah ujian terbuka tentang kejujuran, kesabaran, dan kepatuhan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. Dwi Richardi, S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan selamat Hari Pendidikan Nasional sekaligus menitipkan pesan keras untuk dunia pendidikan. “Melalui pendidikan yang berkualitas, kita bangun fondasi bangsa yang kuat dan mandiri untuk menyongsong satu abad kemerdekaan, Indonesia Emas 2045,” tegas Kombes Dwi Richardi dalam pernyataan resminya.
Bagi Ditlantas Polda Sumbar, Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari generasi yang hanya cerdas akademik. Indonesia butuh generasi yang berani jujur saat tidak diawasi, tertib saat tidak ada kamera, dan peduli keselamatan orang lain meski sedang terburu-buru. “Pihak Ditlantas Polda Sumbar menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membangun generasi yang cerdas dan berintegritas demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang,” tulis pernyataan pimpinan Ditlantas.
Hardiknas 2026 dimaknai sebagai panggilan untuk menghidupkan kembali ruh pendidikan di seluruh ruang kehidupan. “Peringatan Hardiknas 2026 ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk terus menumbuhkan semangat belajar di tengah masyarakat. Ditlantas Polda Sumbar berharap agar nilai-nilai pendidikan tidak hanya berhenti pada bangku sekolah, tetapi juga tercermin dalam karakter dan disiplin masyarakat, termasuk dalam hal berlalu lintas,” ujar Dwi Richardi.
AKBP Yudho Huntoro menambahkan, jalan raya adalah potret paling jujur tentang hasil pendidikan kita. “Pakai helm karena ada polisi, berhenti di lampu merah hanya saat ramai, melawan arus demi potong jalan. Itu tanda pendidikan karakter belum menyentuh hati. Kalau disiplin hanya lahir karena takut sanksi, maka kita gagal menyiapkan generasi Indonesia Emas,” tegasnya.
Karena itu, Ditlantas Polda Sumbar menggerakkan program edukasi berkelanjutan. Dari Police Goes to School, taman lalu lintas untuk PAUD dan SD, hingga pelatihan safety riding bagi pelajar SMA dan mahasiswa. Tujuannya jelas: menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, bukan keterpaksaan. “Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda di Sumatera Barat untuk terus berprestasi dan menjaga integritas, sehingga visi besar bangsa untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045 dapat terwujud dengan nyata,” kata Dwi Richardi.
Dari papan tulis ke lampu merah, dari ruang kelas ke zebra cross, pesan Ditlantas Polda Sumbar bulat dan tegas. Satu abad Indonesia merdeka dibangun hari ini. Dibangun oleh guru yang menanamkan nilai, orang tua yang memberi teladan, siswa yang belajar dengan jujur, dan pengendara yang patuh tanpa disuruh. Hardiknas 2026 adalah alarm bahwa Indonesia Emas 2045 dimulai dari cara kita mendidik anak, dan cara kita menghargai aturan di jalan.
