BATAM, Media Surya id Kamis (2/4/2026) – Suasana penuh semangat dan tekad bulat mewarnai pelaksanaan Dialog Strategis Batam dengan tajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026”. Dalam forum strategis ini, para pemimpin kunci di Kota Batam memberikan sinyal kuat bahwa era pembangunan yang lambat sudah lewat, dan kini saatnya seluruh elemen bergerak serentak untuk membawa kota ini melompat lebih tinggi.
Bukan sekadar agenda formalitas belaka, pertemuan ini menjadi bukti nyata kesepahaman bahwa kemajuan Batam tidak bisa diraih sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi yang solid dan menyeluruh antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh lapisan masyarakat.
Kapolda: Keamanan adalah fondasi utama ekonomi
Membuka pandangannya, Kapolda Kepulauan Riau menegaskan bahwa faktor keamanan bukan lagi sekadar urusan rutinitas kepolisian, melainkan syarat mutlak dan kunci utama bagi pertumbuhan ekonomi serta kelancaran investasi.
“Tanpa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, investasi tidak akan berani masuk dan roda ekonomi tidak akan bergerak maksimal. Kami pastikan Batam tetap aman, tenang, dan terkendali,” tegasnya dengan nada serius dan penuh keyakinan.
Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk terus menjaga stabilitas yang menjadi daya tarik utama bagi para investor dalam dan luar negeri.
Kapolresta Barelang: Siap kawal setiap program strategis
Sementara itu, Kapolresta Barelang juga menyuarakan komitmen yang tak kalah kuat. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran di bawah komandonya siap menjadi garda terdepan dalam mendukung dan mengawal setiap langkah pembangunan daerah.
“Kami tidak hanya berdiri menjaga, tapi juga aktif mengawal. Semua program strategis yang dicanangkan harus bisa berjalan lancar tanpa gangguan, demi kenyamanan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kepolisian hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang proaktif.
Amsakar Achmad: Waktunya bergerak cepat, tidak ada waktu untuk lambat
Di sisi lain, Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan pesan keras mengenai urgensi percepatan pembangunan. Menurutnya, waktu sangat berharga dan Batam tidak boleh tertinggal dari daerah lain maupun perkembangan zaman.
“Kita tidak punya waktu untuk berjalan lambat. Target kita jelas, Batam harus melompat jauh ke depan. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan kerja sama penuh dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak,” katanya lugas namun tegas.
Li Claudia: Suara masyarakat jadi kompas utama kebijakan
Melengkapi pandangan tersebut, Wakil Ketua BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan harus selalu berpijak pada kebutuhan nyata rakyat dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah kebijakan dan pembangunan yang kami ambil benar-benar menjawab apa yang dibutuhkan masyarakat. Aspirasi publik menjadi kompas utama kami dalam bekerja,” ungkapnya.
Bersama menjemput masa depan
Forum ini menjadi titik temu yang menyatukan visi: bahwa Batam kini sedang bersiap melakukan lompatan besar. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dukungan masyarakat menjadi energi utama untuk mewujudkan kota yang modern, tertata, dan berdaya saing global.
Dengan komitmen yang ditunjukkan hari ini, satu pesan jelas tersampaikan ke publik:
Batam tidak lagi diam menunggu masa depan datang, tapi sedang bergerak cepat dan pasti untuk menjemputnya.
(TUMPALM)
