BATAM – Media Surya id Keberadaan tempat perjudian gelap (Gelper) di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, Batam, kini menjadi sorotan panas warga. Dua lokasi Gelper diketahui beroperasi bebas: satu di samping warung Bebek Goreng, dan satu lagi di tengah dekat Bengkel Motor. Seperti jamur di musim hujan, tempat ini tumbuh subur dan sangat meresahkan warga sekitar—apalagi jaraknya hanya sekitar 50 meter dari Masjid Almujahidin dan Kantor KUA Batu Aji.

Yang lebih mengejutkan, Gelper ini tetap beroperasi bahkan saat bulan puasa, seolah tidak menghargai warga yang sedang menjalankan ibadah.

Pengelola Dituduh “Kebal Hukum”, Ada Oknum Dilibatkan?

Berdasarkan informasi di lapangan, pengelola Gelper ini disebut-sebut “kebal hukum”. Bahkan, ada dugaan keterlibatan oknum aparat berbaju loreng yang masih aktif. Selain itu, ada sosok yang dikenal dengan sebutan “Bu RT” (Ratu Tegaaa) yang disebut berperan mengatur “jatah” kepada wartawan agar Gelper ini tetap aman dari pemberitaan.

Warga pun mulai bertanya-tanya: bagaimana bisa tempat perjudian gelap ini beroperasi begitu bebas di lokasi yang sangat strategis dan dekat dengan tempat ibadah serta instansi pemerintah? Apakah benar ada perlindungan dari pihak tertentu yang membuat mereka tidak takut pada hukum?

Meresahkan Warga, Terutama Saat Bulan Puasa

Keberadaan Gelper ini sangat mengganggu ketenangan warga sekitar. Suasana yang bising dan aktivitas perjudian yang berlangsung terus-menerus membuat warga merasa tidak nyaman, terutama saat bulan puasa di mana suasana seharusnya lebih tenang dan khidmat untuk beribadah.

“Kami sangat resah. Gelper ini beroperasi setiap hari, bahkan saat puasa pun tidak berhenti. Lokasinya juga sangat dekat dengan masjid dan KUA, seolah tidak menghormati tempat suci dan instansi pemerintah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Harapan Warga: APH Bertindak Tegas

Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan dan menindak tegas Gelper ini. Mereka berharap tidak ada lagi perlindungan atau “jatah” yang membuat pelaku perjudian gelap ini bebas beroperasi. Selain itu, warga juga berharap pihak berwenang dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat agar masalah ini tidak terus berulang.

“Kami berharap APH benar-benar serius menangani ini. Jangan biarkan perjudian gelap merusak ketenangan masyarakat dan merugikan banyak orang,” tambah warga tersebut.

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan keterlibatan oknum dan operasi bebas Gelper ini. Warga pun menantikan langkah nyata dari APH untuk menjawab pertanyaan besar ini dan mengembalikan ketenangan di lingkungan mereka.

Apakah Gelper ini akan segera ditutup, atau akan terus beroperasi dengan perlindungan yang dimilikinya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

 

 

          (Tim Awak Media)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *