Awal modusnya rajin memberi sumbangan kepondok. Mohon berhati hati kepada semua Pondok Pesantren


Deli Serdang, MEDIA SURYA – Pemilik Pondok Pesantren Miftahul Husna Lukman Hakim Melaporkan TA ke Polda Sumut Terkait Kasus Tindak pidana penipuan dan penggelapan atau sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau 372 KUHPidana.

Dalam Laporan Polisi LP/B/990/VIII/2023/ SPKT/ Polda Sumatera Utara Tanggal 16 Agustus 2023. Pemilik Pondok Pesantren Miftahul Husna Dr. Lukman Hakim ingin laporannya yang telah ia buat segera dikembangkan pihak penyidik Ditreskrimum Poldasu agar secepatnya TA pelaku penipuan di tangkap.

Pemilik Pondok Pesantren Miftahul Husna merasa sedikit kecewa terhadap terlalu panjang nya proses untuk penangkapan TA ini yang telah menipu sebesar 350 Juta Rupiah.

TA

Padahal bukti sudah ada jelas, saksi juga sudah ada tinggal menunggu penangkapan saja”Ungkap Lukman

Pada saat di jumpai awak media Selasa 5/12/23, Lukman Hakim mengatakan Awal kronologinya saya mengenal TA di tahun 2020 saat beliau memasukkan anak anak nya ke Pondok MAf, MAl, Lf dan As ke Pesantren Miftahul Husna.

Lanjutnya pada saat masa pandemik banyak orang yang ekonomi nya terancam dan sulit termasuk saya pun terkena pandemik pada saat itu, tapi saat pandemik ini TA selalu mengasih sumbangan ke pondok, beri infaq dan perhatian sangat besar ke pondok pesantren pada saat masa pandemik itu.

Habis masa Covid dan ketika saat itu ekonomi mulai membaik sudah mulai bagus, di Tahun 2023 yang lalu tepatnya di bulan Pebruari TA mulai mencoba ingin memakai uang ke saya awalnya dengan Nilai 100 Juta. Rupiah, Terang Lukman

Tapi pada saat tersebut untuk uang pribadi Lukman berkata tidak punya duit 100 Juta, tapi kalau 700 Juta Rupiah ada dan itu pun untuk pembelian tanah Mesjid dan yg masih kurang 800 juta lagi, karena tanah itu yg harus dibebaskan senilai 1,5 M Tutur Lukman.

Dan pada waktu itu Lukman menekankan kepada TA bahwa tanah itu harus dibayarkan di bulan Mei 2023, Lalu dengan segala bujuk rayu untuk meyakinkan Lukman, TA memberikan komitmennya bahwa dialah yang akan menyelesaikan pembayaran tanah masjid itu senilai 1,5 M.

Perjanjiannya tersebut itu disampaikan juga kepada pemilik tanah di waktu bulan Februari 2023, “bahwa dialah yang akan menyelesaikan pembayaran tanah seluruhnya di bulan Mei sesudah Hari Raya Idul Fitri”Terang Lukman.

Karena Lukman merasa bahwa TA ini tidak ada niat buruk untuk menipu yang di dasari karena sering ngasih sumbangan sering ngasih infaq dan masukan kepadanya dan orang bilang juga ada toko emasnya, jadi duit tersebut di kasih dengan alasan uang ini akan mendapatkan hasil pengembangan usaha dan bakal di berikan ke untungan sekitar 30 – 40% dan nanti di bulan 5 – 2023 tanah Mesjid yang harganya 1.5 M bakal di selesaikan TA dan TA juga berkata bahwasanya kalau kapan pun uang tersebut mau di gunakan bisa di balikin tidak ada batas waktu. Ungkap Lukman

Seiring waktu berjalan, Lukman Hakim meminta uangnya sekitar 350 Juta Rupiah untuk membayar DP Tanah Mesjid, di karena kan yang punya tanah sudah meminta DP Tanah dan uang tersebut pun di kasih oleh TA dikarena kan di perjanjian kapan pun uang itu di butuh kan bisa di ambil. Ujar Lukman

Tak berselang lama waktu berjalan, TA melalui ponsel nya me wa Lukman Hakim di waktu lagi melaksanakan ibadah Umroh agar uang yg 350 Juta kemarin untuk pembayaran DP Tanah itu agar dikembalikan lagi dengan alasannya harga emas lagi naik dan mengaku kepada Lukman Hakim ketika Lukman sedang Ibadah Umroh, bahwa sebenarnya sisa uang 350 Juta tersebut sudah habis di pakai TA untuk bermain Trading Emas, dan di saat itu juga Lukman Hakim tidak mau tahu duitnya kemana yang penting sisa uang 350 Juta itu Di kembalikan karena itu untuk beli tanah Mesjid, Tegas Lukman.

Dan sesudah pulang Ibadah Umroh Lukman Hakim selalu menanyakan keberadaan sisa uang 350 Juta ke TA tapi TA menjawab dengan alasan sisa uangnya digunakannya untuk Trading Emas, sementara Lukman tidak tau dan tidak pernah ada hubungan bisnis sama sekali kepada beliau.

Yang anehnya setiap kita tagih uang yang 350 juta itu, Tetap di kambing hitamkan nya dengan sedekahnya, dengan kata kasar, mengancam, dan dimaki- makinya dengan bahasa kotor dan tidak ada kaitannya dengan uang yang dipakainya 350 jt itu, Sampai saat ini uang 350 Juta itu belum juga dikembalikan nya.

Di samping itu, Lukman Hakim juga mengatakan ke awak media sangat berharap “kepada pihak Poldasu segera melakukan penangkapan terhadap TA supaya tidak ada korban yang tertipu lagi olehnya dan masalah untuk uang 350 Juta kalau memang rejeki ga kemana“, Tutup Lukman. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *