Warga Tugu Utara Ancam Lakukan Aksi Demo ke Kantor Walikota Jakut

Jakarta, MEDIA SURYA – Warga kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mengancam akan melakukan aksi demo damai ke kantor Walikota Jakarta Utara, Jika Suku Dinas Sumber Daya Air tidak memberikan respon terkait saluran yang saat ini tidak berfungsi.┬áHal tersebut disampaikan Dedi selaku ketua RW 04 Tugu Utara mewakili warganya dikawasan Koja, Jakarta Utara.

Ditegaskan, ada empat (4) RT, hingga saat ini belum tersentuh pembangunan saluran/u-dicht. untuk itu, kami juga berharap dilakukan pembangunan saluran/u-dicth di wilayahnya. Pasalnya, wilayah tersebut terlihat kumuh diakibatkan sering terjadi banjir khususnya disaat musim hujan.

“kami akan mendesak Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara untuk melakukan
pembangunan saluran/ u-ditch,” pinta Dedi.

Jika dibiarkan terus – menerus, maka akan terjadinya genangan pada saluran air diakibatkan saluran tidak berfungsi. “Hal ini tentu saja mengakibatkan terjadi bau menyengat hingga tampak kumuh dan menjadi sarang nyamuk Demam Berdarah Dendue (DBD) dan pemicu sumber penyakit/virus dengue yang akan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aegypti,” beber Dedi dengan Geram.

Menurutnya, “saluran ini sudah bertahun tahun dan tidak pernah tersentuh dan bahkan luput dari pantauan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, apalagi pihak Kecamatan Koja,” pungkasnya.

Hal yang sama, semua warga sangat mendukung rencana aksi demo untuk mendukung ketua RW, untuk mendesak Unit terkait, jangan hanya terpaku duduk di gedung mewah saja. Dan hal ini menjadi keluhan warga Tugu Utara disebabkan kondisi yang terjadi saat ini, ucap salah satu warga Koja, kepada sejumlah awak media, Kamis (10/8/2023).

“Para pemangku kebijakan dengarkan suara warga, khusus warga RW 04 Tugu Utara yang sudah lama mendambakan pembangunan saluran seperti U-dit di RW 04 Tugu Utara,” katanya melayani masyarakat. Masyarakat yang mana yang dilayani ? kami juga bayar pajak, ingat yang membayar gaji anda dari hasil keringat masyarakat,” tegasnya

Padahal lewat aspirasi sudah mengajukan lewat musrembang, mulai dari kelurahan, Kecamatan bahkan tingkat Suku Dinas Sumbet Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara, termasuk juga Dewan Kota, anehnya lagi musrembang tersebut tak ubahnya “Lip service” buktinya tidak direspon. Sampai sekarang belum mendapatkan hasil, sembari menunjukkan saluran yang tergenang padahal saat ini musim kemarau,” tutup warga yang sangat mendukung ketua RW 04 Dedi. (Nardo/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *